Tugas
Membuat Soal Unsur Intrinsik Cerpen
Nama : Nisa Nurul Asror
Kelas : XI IIS I
1.
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Dua minggu sudah kau pergi. Meninggalkan
jejak-jejak abadi di hidupku. Warnanya mulai kusam, sayang. Bukan mungkin lagi,
karena usia kita sudah tua. Aku tak pernah menyangka bahwa minggu lalu adalah
hari terakhir kita berkumpul bersama anak-anak yang kita cinta. Yang sudah kita
besarkan dengan kasih sayang. Dari dekapan seorang ayah sepertimu. Itu sangat
membuat kami tenang.
Seyuman Terindah Darimu
Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah.. (1. tema)
a.
Kehilangan
b.
Kesepian
c.
Kerinduan
d.
Kesendirian
e.
Kepastian
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 2-4!
Aku disini.
Duduk di bawah batang pohon bunga Sakura dengan mahkota bunganya yang berwarna
putih. Terbayang wajahmu, yang sekarang entah dimana.
Angin musim semi berhembus.
Membuat ranting-ranting pohon itu bergoyang. Hanya hembusan pelan, tapi
beberapa kelopak bunga Sakura terlepas dari rantingnya. Melayang-layang,
sebelum akhirnya jatuh tepat di pangkuanku. Musim semi yang sama dengan tahun
lalu. Tapi terasa berbeda tanpa adanya kau.
Teringat musim semi terakhir yang
kita rayakan bersama. Disini. Di bawah pohon bunga Sakura ini. Dengan perasaan
bahagia, merayakan hari kelulusan kita berdua.
Satu tahun berlalu, tapi aku
masih ingat betul kejadian malam itu. Ditengah perasaan suka cita, kau bilang
padaku akan pergi ke tempat yang jauh.
Bahkan aku masih mengingat angin
musim semi yang berhembus kala itu. Hening setelah kau berkata tadi. Hening
yang tidak pernah muncul sejak kita berdua menjadi sepasang sahabat. Ingin
sekali aku menangis dan berkata apapun untuk mencegahmu pergi. Tapi aku tidak
bisa. Itu pilihanmu.
Kelopak
Bunga Sakura
2.
Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah.. (2. tema)
a.
Kehilangan
b.
Kesepian
c.
Kerinduan
d.
Kesendirian
e.
Kepastian
3.
Sudut pandang yang dipakai pengarang ada cerpen
tersebut adalah.. (1. sudut pandang)
a.
Orang pertama pelaku utama
b.
Orang pertama pelaku sampingan
c.
Orang ketiga pengamat
d.
Orang ketiga serbatahu
e.
Campuran
4.
Unsur intrinsik yang dominan pada kutipan cerpen
tersebut adalah.. (1. latar)
a.
Tema
b.
Latar
c.
Alur
d.
Penokohan
e.
Gaya bahasa
Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini untuk
menjawab soal nomor 5-10!
Malam hari seperti biasanya,
gadis yang akrab dipanggil Aisyah ini meletakkan tangannya di depan jendela
kamarnya. Wajahnya sadari tadi menghadap ke langit yang bertaburan ribuan
bintang dan…
“kreet…” bunyi pintu kamarnya
terbuka sontak Aisyah langsung memalingakan wajahnya ke arah pintu tersebut. Di
sana sudah berdiri seorang gadis sebanyanya sedang tersenyum.
“Aisyah! Besok kamu ikut ya ke
pesisir pantai” ucap gadis itu yang ternyata adalah Aurel. Dia adalah sahabat
dekat Aisyah. Penampilanya tidak begitu tertutup. Ia berpakaian rok mekar
sampai menutupi mata kakinya. Lengan baju hanya sampai sikunya. Dan rambut Aurel
dikuncir satu laksana mirip ekor kuda.
“hm… Buat apa aku kesana Rel?”.
Tanya Aisyah.
“ya… Kamu bisa refresh otak kamu
dan bisa bermain dengan alam” jawab Aurel dengan meyakinkan Aisyah.
“aku bisa refresh otak ku dengan membaca lantunan
ayat suci al-qur’an, dan berkunjung ke masjid jika ingin bermain dengan alam,”
ucap Aisyah dengan panjang lebar.
“iya sih… Tapi kamu ikut dong aku
besok. Please!” pinta Aurel dengan menunjukkan raut muka yang penuh permohonan.
“ya sobat ku!.” terang Aisyah
yang menerima ajakan Aurel
Girang Aurel dengan memeluk Aisyah.
Bingkai Cadar Ungu
5.
Tema dari kutipan cepen tersebut adalah.. (3. Tema)
a.
Cinta alam
b.
Kesopanan
c.
Kepatuhan
d.
Persahabatan
e.
Patriotisme
6.
Alur yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut
adalah.. ( 1. Alur)
a.
Alur maju
b.
Alur mundur
c.
Campuran
d.
Lampau
e.
Masa depan
7.
Tokoh Aisayah pada kutipan cerpen tersebut
adalah.. (1. penokohan)
a.
Baik,penyabar,tegar
b.
Baik, ramah, sabar, tegar,taat agama
c.
Baik, setia kawan,alim, taat agama
d.
Jujur, amanah,alim
e.
Cerdas, pendiam,taat agama
8.
Latar waktu dan tempat pada kutipan cerpen
tersebut adalah.. (2. latar)
a.
Malam hari, kamar Aisyah
b.
Siang hari, rumah Aurel
c.
Sore hari, kamar Aurel
d.
Pagi hari, kamar Aisyah
e.
Malam
hari, rumah Aurel
9.
Amanat dari kutipan cerpen tersebut adalah.. (1. amanat)
a.
Senantiasa bersabar dalam menjalani hidup
b.
Selalu
berusaha untuk menyenangkan orang lain
c.
Merenungi kesalahan yang diperbuat
d.
Meyendiri di kamar dengan ribuan bintang
e.
Berkunjung ke kamar orang lain
10.
Tokoh Aisyah digambarkan dalam.. (2. penokohan)
a.
Perkataan tokoh lain
b.
Jalan pikiran tokoh
c.
Percakapan antar tokoh
d.
Penuturan penulis langsung
e.
Tersurat
Perhatikanlah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal
nomor 11-13!
Sesampainya di tempat tujuan,
mereka membeli tiket dan memasuki kawasan tersebut. Angin di pagi hari dan
udara yang begitu sejuk dengan menemani ke dua insan tuhan yang berjalan-jalan
di atas pasir pantai ini.
“Aisyah! Kita beli minuman dulu
yuk!.”
Ajak Aurel yang tengah kehausan
“boleh!” terang Aisyah.
Ketika hendak membeli minum,
mereka berdua lewat di depan gerombolan geng yang jauh dari norma agama.
Ketuanya walaupun berparas elok, ia memakai anting dan beberapa tindik di bibir
dan hidungnya.
“hai nona manis!.” ucap anak
buahnya sambil menggoda Aurel.
“apa lho lihat-lihat?! Lo mau gue
timpuk pake sandal ini!” jawab Aurel sambil memegang sandal yang hendak
menghantamkan kepada pria di sana.
“sudah rel! Jangan diladenin!,”
pinta Aisyah sambil berteriak.
Hal itu menyebabkan ketua genk
berdiri dan berada di hadapan Aisyah.
“masih saja ada orang katrok di
zaman modern seperti ini!” sindir ketua genk tersebut.
“apa urusannya sama lho?!” bentak
Aurel
“eh lho diem ya! Gue lagi ngomong
sama wanita bercadar kayak ninja ini. Hahahaha…” Tertawanya yang lantang dan
begitu puas.
“heh! Lho itu pantasnya pakai
pakaian yang seperti gadis di sana itu!,” tambah ketua genk sambil menunjuk ke
arah gadis yang berpakaian ketat yang membuka paha dan tidak menutupi aurat.
Pelupuk mata Aisyah kemudian
berkaca-kaca dan menjawab ocehan ketua genk tersebut.
“asal anda tahu, di zaman dulu manusia
hanya menutupi sebagian tubuhnya. Dan kini saya telah mencapai kepada puncak
modernisasi, saya telah menutupi semua aurat saya. Jika keterbukaan aurat yang
menjadi kemajuan untuk saat ini, maka binatanglah yang paling maju!,” jelas Aisyah
panjang lebar.
Aisyah lalu kembali ke tepi
pantai sambil menarik tangan Aurel.
Bingkai Cadar
Ungu
11.
Latar waktu dalam kutipan cerpen tersebut
adalah.. (3.latar)
a.
Malam hari
b.
Siang hari
c.
Sore hari
d.
Pagi hari
e.
Tengah hari
12.
Tokoh Aurel pada kutipan cerpen tersebut
adalah.. (3. penokohan)
a.
Pendiam, pemalu
b.
Tegas, berani
c.
Jujur, amanah
d.
Cerdas, berwibawa
e.
Sombong, pemarah
Bacalah kutipan cerpen berikut
ini untuk menjawab soal nomor 14 dan 15!
Pagi begitu cepat. Matahari di
ufuk timur nampak kemerahan. Indah sekali. Kania dan Obit sudah siap dengan
segala peralatan yang dibutuhkan. Peralatan yang kira-kira hanya merepotkan
kami tinggal di tenda perkemahan. Kami tidak ingin memperberat tas dengan benda
tidak dibutuhkan.Sekitar seperenambelas jalan, Kania sudah kelelahan. Aku dan
Obit pun demikian. Namun, wajah Kania sudah dibanjiri ribuan tetes peluh.
Obit mencoba menyemangati sahabatnya itu. Aku kembali melihat sebuah ketulusan
dari persahabatan keduanya. Persahabatan dua anak kecil yang aku kagumi, aku
harus belajar dari mereka. Belajar tidak menuntut ruang dan waktu, bukan?
Belajar pada orang yang lebih muda apa salahnya?
Edelweis
13.
Kalimat yang digaris bawahi menunjukan majas.. (1.
Gaya bahasa)
a.
Hiberbola
b.
Simile
c.
Personifikasi
d.
Biasa
e.
Sambungan
14.
Amanat yang didapat dari kutipan cerpen tersebut
adalah… (2. Amanat)
a.
Semangat tanpa henti untuk mencapai tujuan
b.
Berbuat baik untuk menyenangkankan orang lain
c.
Belajar itu dari mana saja dan kapan saja,
bahkan dari yang lebih muda sekalipun
d.
Kita harus menyemangati orang lain
e.
Pantang menyerah dimana saja dalam situasi
apapun
15.
Bacalah kutipan cerpen berikut!
“Aku tak mampu terpejam tanpa
mengingat wajahnya yang secerah matahari terbit.” Mataku menerawang, menatap
birunya langit.
“Tidak juga bisa kulupakan
senyumannya yang seindah mawar mekar,” lanjutku.
Aku berakting, seolah sedang membaca sesuatu di
tanganku. “Pandangan matanya jernih, membuatku menemukan kedamaian. Berkilau
seolah embun yang tersiram sinar mentari”
Kubuat jeda sesaat dengan menarik
napas.
“Mau tak aku harus mengakui. Aku
jatuh cinta padanya, setiap hari.” Objek yang kumaksud memandangku seksama
dengan senyum yang tak kunjung pupus dari wajahnya. Ah, aku bisa tak tidur satu
minggu. Dengan bodohnya, otakku akan melukis senyuman itu dengan sempurna
sepanjang malam. Namun, aku segera menguasai diriku.
“Seperti matahari yang tak bosan
mencintai bumi..”
Rea mengacungkan kedua jempolnya,
“Great!” komentarnya. Gadis itu tersenyum di hadapanku. Dia sama sekali tidak
tahu, dialah yang sedang aku bicarakan. “Ary, aku ga tahu lho… ternyata kamu
jago juga berpuitis-puitis gini, hehehe”
Aku tersenyum membanggakan diri, sambil menepuk-nepuk
dadaku. “Kamu udah temenan sama aku empat tahun, masa gak sadar aku ini adalah
titisan dari Khalil Gibran, and my name is Ary Gibran.” Rea tertawa dan
menjejak kakiku dengan kuat. Dia gemas. Aku mengaduh.
Ini Cinta
Majas yang dominan dari kutipan cerpen tersebut
adalah.. (2. Gaya bahasa)
a.
Simile
b.
Hiperbola
c.
Metafora
d.
Personifikasi
e.
Alegori
Perhatikan kutipan cerpen berikut untuk
menjawab soal nomor 16 dan 17!
Risa pun melepaskan rasa lelahnya
dengan berbaring di tempat tidur kesayangannya. Hari ini begitu panjang
baginya, yaitu hari pertamanya sekolah. Setidaknya ia merasa sedikit lega
karena ia sudah pulang dan berada di kamarnya. Tetapi esok hari? Apakah ia akan
tetap bertahan? Dia harap dia bisa bertahan di sekolah barunya itu. Tetap saja
sekarang ia teringat kejadian saat istiahat tadi.
“eh cocok juga ya? Faris ama Farisa, haha” sahut anak perempuan yang
Risa ketahui adalah teman sekelasnya.
“iya, kayak kembar aja. Mereka mirip tau, perhatiin deh. Jodoh kali
haha.” Sahut anak yang lainnya.
“iya bener mereka mirip. Jodoh kali, kalo kembar kan ga mungkin, iya
ga?”
Risa sebenarnya tidak tahan mereka semua membicarakan dirinya. Tapi ya
bagaimana lagi, dia bisa apa?
Seperti membaca pikiran sahabatnya Luna pun berkata.
“udah ga usah dipikirin. Biarin aja mereka ngomong gitu, entar juga
bosen sendiri.”
Benar apa yang dibicarakan Luna. Sejenak dia melupakan masalah itu.
Tiba-tiba saat Risa masuk kelas.
“ cie... Faris.. Farisa datengnya barengan”
“waaaah Faris.. Farisa”
“jodoh tuh kayaknya, huaahahahaha”
Risa memang ke kelas sendirian, karena Luna tadi
tiba-tiba bertemu kakak kelas yang tidak lain adalah saudara sepupunya. Kalau
dia datang hampir bersamaan dengan Faris itu kan hanya kebetulan biasa. Tetapi
teman-teman mereka menganggap itu luar biasa dan cukup untuk menjadi bahan
candaan mereka.
”duuh kok malah jadi inget yang
tadi sih?” Gumam Risa saat tersadar dari lamunannya.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu
kamarnya.
“masuk aja ga dikonci kok” ujar
Risa
Ternyata itu ibunya. Ibunya pun
langsung duduk di sisi ranjang Risa.
“gimana hari pertama sekolah?”
tanya ibu Risa
“nyebelin banget. Digosipin ama
anak yang namanya mirip ma. Terus masa kata anak-anak mukanya juga mirip Risa
ma.” Keluh Risa.
“oh gapapa, anak-anak kan cuma
bercanda, ga usah dipikirin. Emang semirip apa sih namanya?” tanya Ibu Risa
penasaran.
“nama Risa kan Farisa Ariani ma,
trus nama dia Faris Ariandi. Mirip banget kan ma?”
“iya kok bisa mirip ya?” ujar Ibu
Risa heran.
“iya ma, kayak anak kembar aja.
Padahal Risa kan cuma punya Salsa, adik Risa, ga punya saudara kembar”
Ibu Risa pun termenung dan
wajahnya pucat seketika. Kembar?
Ariandini
16.
Alur yang terdapat pada kutian cerpen tersebut
adalah.. (2. Alur)
a.
Alur maju
b.
Alur mundur
c.
Campuran
d.
Lampau
e.
Masa depan
17.
Sudut pandang yang dipakai pengarang ada cerpen
tersebut adalah.. (2. Sudut pandang)
a.
Orang pertama pelaku utama
b.
Orang pertama pelaku sampingan
c.
Orang ketiga pengamat
d.
Orang ketiga serbatahu
e.
Campuran
Perhatikan kutipan cerpen berikut
untuk menjawab soal nomor 17-20!
Hari ini masih sama dengan hari
sebelumnya. Dengan lagit yang masih biru bersih,matahari dan kecerahannya,dan
juga ia pun masih terbit dari sebelah timur. Ya tentu hal itu masih sama. Dan
akan tetap seperti itu setiap harinya. Tetapi rasanya sejak ia
menghilang,bagiku sang mentari pun tak seindah sebelumnya. Tak sehangat
sebelumnya. Dan hatiku pun suram muram dan rasanya mendung sejak dia tak ada.
Dia yang memberikan matahari di hidupku sekarang tak ada lagi. Mungkin dia ada,
tapi di tempat lain. Dia sudah menghilang dari hidupku. Dia yang telah
memberikan senyuman sehangat matahari dan telah menghiasi hari di setiap
harinya. Dan juga telah membangkitkan semangat diri. Senyumannya pun
bagaikan embun yang menyejukkan,dapat menyejukkan hatiku. Tatapannya pun
lembut dan dapat membuatku terpaku.
Ya,dulu. Itu sudah lama. Lama sekali. Dan sekarang dia sudah menghilang.
Aku begitu kehilangan dirinya.
Aku merindukan sosoknya. Rasa sakit yang menyelimuti hati ini selalu muncul
saat aku merindukannya. Aku pun merindukannya setiap saat. Apakah dia akan
kembali? Entahlah. Tetapi itu selalu menjadi harapanku. Hanya secercah harapan.
Mungkin peluang bagiku untuk menemukannya kembali sedikit sekali. Tapi aku tak
berhenti berharap. Karena hatiku masih untuknya. Untuk dirinya. Walaupun aku tak pernah memilikinya, bagiku
melihatnya setiap hari saja sudah cukup. Kehadirannya saja sudah membuatku
bahagia. Hhhh dia yang memberikan senyuman sehangat matahari itu,aku selalu
berharap bisa melihatnya lagi. Andai saja waktu bisa kuputar,aku pasti
memutarnya ke masa lalu. Aku rindu sekali saat-saat dia masih ada di
hidupku,dan sebelum dia menghilang. Jika ku tarik ke belakang..
“Hei berhenti!” teriaknya.
Aku pun tetap berjalan. karena ku
pikir ucapannya tidak ditujukan kepadaku. Lagi pula aku sedang terburu-buru
menuju kelas.
“Hei berhenti! Alindia Kartika!”
Sontak aku kaget dan seketika itu
pula aku pun menghentikan langkahku. Tak kusangka dia memanggilku,dan dia pun
menghampiriku.
“Ini bukumu terjatuh.” Ujar
seseorang.
“Oh makasih ya. Bagaimana bisa
kau tau namaku?” tanyaku heran.
“Lah kan udah ketulis di bukunya. Oh iya namaku
Andrian Dwiharja dari kelas 7f” katanya sambil memperkenalkan diri.
“Ah ga nanya. Duluan ya,mau ke
kelas nih”
Aku pun terburu-buru menuju kelas
meninggalkannya yang berdiri mematung disana. Mungkin dia tak menyangka aku
berkata seperti itu. Mungkin kesannya aku jutek atau bagaimana lah. Ah aku tak
peduli.
Senyuman Secerah Matahari
18.
Sudut pandang yang terdapat pada kutipan cerpen
tersebut adalah.. (3. Sudut pandang)
a.
Orang pertama pelaku utama
b.
Orang pertama pelaku sampingan
c.
Orang ketiga pengamat
d.
Orang ketiga serbatahu
e.
Campuran
19.
Alur yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut
adalah.. (3. Alur)
a.
Alur maju
b.
Alur mundur
c.
Campuran
d.
Longgar
e.
Ketat
20.
Majas yang terdapat pada kalimat yang bergaris
bawah adalah.. (3. Gaya bahasa)
a.
Simile
b.
Hiperbola
c.
Metafora
d.
Personifikasi
e.
Alegori
21.
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Joshua tak kunjung minta maaf.
Sudah dua kali dia mencelakakanku tetapi masih saja dia belum meminta maaf
kepadaku. Walau begitu, aku tetap memaafkannya.
Aku pun sembuh. Lalu aku masuk
sekolah seperti biasanya. Semua berjalan dengan lancar. Namun tetap, jangan
harap aku bisa berteman baik dengan Joshua setelah semua kejadian itu. Memang
sebelumnya hubungan kami tidak dekat, tetapi karena kejadian itu aku makin tak
mau berhubungan dengannya, apapun itu. Aku makin menghindarinya, dan itu tidak
sulit.
Tak terasa aku sudah naik ke
kelas tiga. Tetapi anggota kelasku ada yang kurang. Ternyata, Joshua tidak naik
kelas. Aku sih biasa saja. Malah bersyukur, akhirnya aku tidak sekelas lagi
dengan Joshua. Mungkin itu semua ada hikmahnya. Joshua harusnya bisa berubah.
Berubah menjadi tidak nakal lagi, berubah menjadi anak yang rajin dan tentunya
sayang kepada semua temannya dan patuh kepada semua guru-guru di sekolah. Ya,
ku harap Joshua berubah. Semoga saja harapanku terkabul.
Luka
Pensil
Amanat yang terdapat pada kutipan
cerpen tersebut adalah.. (3. Amanat)
a.
Sabar dalam menghadapi masalah
b.
Berusaha memaafkan orang lain
c.
Setia kawan
d.
Melupakan kejadian lama
e.
Mengingat kesalahan orang lain
JAWABAN :
11.A
22. C
33. A
44. B
55. D
66. A
77. C
88. A
99. B
110.C
111. D
112. B
113.A
114. C
115.A
116.C
117.D
118. A
1 19.B
220 A
321. B
No jawabannya ngaco
BalasHapusJawabannya nggk ngaco bang.cuman no depan nya aja yg salah. Liat nya ni belakang
HapusJwb nya Ngaco masak kek gitu. setengah soal nya doang jwb nya
BalasHapusJawabannya nggak ada yang benar dan nomor nya ngaco semuanya
BalasHapusGa jelas
BalasHapusTerima kasih, jadi referensi belajar ^_^
BalasHapus