aku dalam rindu

mengapa hujan selalu membawaku pada kenangan? saat semuanya tersemai tanpa membekas begitu saja. aku, yang selalu mengikuti roda dalam lingkupan waktu, entah mengapa roda ini terus saja tak pernah berujung ke titik semula.
aku si penyuka dimensi masa lalu, tak jarang selalu memutar video kenanganku bersamanya di otakku. ke angan semu. ke angan yang terus berputar, dan kenangan yang terus menerus meminta untuk diulang.
aku yang terjebak dalam kenangan semu, tak jarang aku hana bisa berharap untuk segera memulai lingkungan baru, keluar dari semua zona ini alam setahun kedepan.
aku ingin, ingin segera mempercepat waktu setahun ke depan.
aku ingin, terlepas dari bayangannya.
dia, yang selalu ada dan kini memilih untuk pergi. pada akhirnya ia memilih untuk pergi dari hidupku. menepis semua kenanga indah yang pernah ada.
dalam sedikit senyuman aku ingin segera keluar dari kenangan bersamanya.
memang, dia adalah orang yang paling mengerti diriku. namun itu dulu.
dulu ia menjadi moodbooster-ku. dulu ia menjadi pembangkit senyumku. dulu ia kerap mengundangn tawaku. namun sekarang dia tak ada, karena dia memilih pergi dari hidupku.
haruskah aku tak menoleh kembali ke belakang?
biarpun memang aku sudah mengucapkan selamat tinggal namun tak ayal aku ingin semua kembali seperti dulu. ya, paling tidak ada sosok yang bisa menggantikannya. yang aneh namun aku menyukainya, yang kerap mengundang tawa dan senyumku, juga orang yang kerap menghiasi hariku.

Komentar